Home | salfaTravel | Umbul Pluneng, Pemandian Air Purba Hingga Tempat Kungkum P.Diponegoro
PLUNENG 1

Umbul Pluneng, Pemandian Air Purba Hingga Tempat Kungkum P.Diponegoro

Klaten (salfamedia) – Pada mulanya Umbul Pluneng adalah mata air  yang  berada ditengah ladang, tempat beristirahat warga pada saat menggembalakan hewan ternaknya. Sebelum pulang mereka kemudian memandikan hewan ternaknya dan bahkan turut serta mandi didalamnya.

PLUNENG 3Pada masa Perang Diponegoro (1825 – 1830), Pangeran Diponegoro sempat singgah  di mata air ini dan memutuskan mandi dan berendam  di dalam umbul.  Konon, Pangeran Diponegoro sangat senang berendam di umbul Pluneng karena airnya  yang  sangat bening, bersih, dan sangat menyegarkan.  Setiap  kali  beliau berendam,  dirinya merasa tenang dan damai. Dan  karena begitu menyenangkan, Pangeran Diponegoro sering kembali keumbul Pluneng untuk berendam  sekaligus bertemu dengan utusan Kerajaan  Surakarta  (Pakubuwono VI)  yang  menyalurkan bantuan logistic serta informasi dan strategi perang dalam menghadapi Belanda  di  Yogyakarta.

Sampai kemudian pada masa pemerintahan  Pakubuwono IX  (PrabuWijaya  bertahta di tahun 1861 – 1893),  yang  dikenal banyak melakukan pembangunan, termasuk umbul  Pluneng mulai dibenahi dan dijadikan tempat persinggahan rutin kerabat keraton.  Persinggahan ini terus berlanjut sampai dengan masa pemerintahan Pakubuwono X.

Oleh Pakubuwono Umbul Pluneng mulai dipisah penggunaannya dengan dibagi 2 yaitu Umbul Tirto Lanang  (atau nama lainnya adalah umbul Tirto Mulyono  atau Umbul Gedhe)  untuk kaum laki-laki dan Umbul Wadon  (atau namalainnya adalah Umbul Tirto Mulyani atau Umbul Cilik) untuk kaum perempuan.

Seiring berjalan waktu daerah disekitar umbul    Pluneng diberi nama Pluneng  yang  konon berarti nyemplung seneng (artinya menceburkan diri dalam  air kemudian mendapatkan kebahagiaan).  Desa Pluneng sendiri terletak  di  Kecamatan Kebonarum, 25 km  berada  di bawah selatan puncak merapi  dan  10 km  dari pusat kota Klaten.

PLUNENG 2Sejak tahun 80’an  Umbul Pluneng banyak didatangi pengunjung dari berbagai daerah. Berbagai aktivitas mulai dari belajar dan berlatih renang, hingga melahirkan banyak atlit tingkat nasional,  Umbul Pluneng juga dipercaya dapat untuk  terapi  menyembuhkan  berbagai penyakit,  untuk berendam menenangkan diri dan mendapatkan kebugaran,  menyalurkan hobi menyelam,  sampai dengan sekedar untuk bermain  air.

Sejak tanggal 1 Januari 2018 Umbul Pluneng telah dikelola oleh BUMDES (Badan Usaha  Milik Desa) dengan nama  BUMDES  TIRTA  SEJAHTERA.  Selama kurang dari  5 bulan sejak dikelola BUMDes, Umbul Pluneng mulai dikelola dengan lebih  professional.

Menurut Agus Hr  (Direktur BUMDes Pluneng ), pengembangan memang masih diprioritas kanpada peningkatan system layanan dan kualitas SDM,  mulai dari tenaga kebersihan sampai dengan  save  guard. Namun demikian,  walaupun pembangunan fisik belum menjadi prioritas, namun juga sudah mulai disentuh himgga  Umbul Pluneng sudah terlihat banyak mengalami perubahan.  Sekarang Umbul Pluneng terlihat bersih dan mulai tertata rapi.  Mungkin benar bahwa perubahan (kecantikan) yang  berawal dari dalam  (inner beauty)  akan lebih cepat terpancar dan bertahan  lama  walaupun belum banyak polesan  (make up)  diwajah.

PLUNENG 4 Kunjungan Umbul Pluneng kini telah mengalami lonjakan  yang  signifikan.  Hal ini dilihat dari  data  jumlah pengunjung  yang  ada,  di  bulan Januari jumlah pengunjung adalah 14.751,  Februari sejumlah  15.791  pengunjung,  Maret sebanyak  18.630  pengunjung,  dan April  sudah tembus angka  20.080  pengunjung.

Spek Kolam Ukuran,  kedalaman.

Umbul Pluneng terdiri dari dua kolam,  yaitu Tirto Mulyono dan Tirto Mulyani.  Di Tirto Mulyono sendiri didalamnya terdapat  3  kolam,  didalamnya terdapat,  1) kolam dewasa berukuran 12 x 50 m dengan kedalaman 200 cm. 2) kolam remaja berukuran 25 x 7 m dengan kedalaman 150 cm, 3) kolam anak berukuran 4 x 7 m dengan kedalaman 75 cm.

Sedangkan  di  Tirto Mulyani terdapat  2  kolam, yaitu: 1) kolam remaja berkuran 20 x 15 m dengankedalaman 120 cm. 2) kolam anak berukuran 10 x 5 m dengan kedalaman 75 cm.

Berdasar hasil penelitian,  Umbul Tirto Mulyono mempunyai mata  air dengan  debit  250 L /dt dan Tirto Mulyani  142 L/dt. Adapun kualitas air  di  Umbul Pluneng masuk kategori sangat baik,  dengan kandungan mineral  tinggi,  PH 7,  dan  TDS 100,  sangat jernih dan sangat menyegarkan. Jam  operasional Umbul dimulai  jam  04.30  s/d 18.00.

Namun demikian,  pintu Umbul sudah  kami  buka sejak  jam  03.00. Sehingga dating sebelum  jam  operasional dibuka  pun tidak masalah, Untuk dating ke Umbul ini baiknya Anda mengetahui  jam-jam  terbaik.  Untuk keperluan Terapi Kesehatan dan Kebugaran Anda dapat dating setiap hari pada  jam  03.00 s/d 05.30.  Untuk berlatih renang bisa dating pada jam 07.00 – 09.00  atau  sore  hari  jam  15.00 s/d 18.00. Sementara untuk bermain  air  atau sekedar menikmati suasana baiknya justru diluar  jam-jam terapi atau latihan renang. Sehingga kebebasan Anda dalam menikmati suasana umbul akan lebih maksimal.

Tarif masuk Umbul Pluneng tergolong sangat murah: Untuk masuk Tirto Mulyani, pengunjung cukup merogoh kocek sebesar Rp. 2000,-saja, Sementara untuk Tirto Mulyono Rp. 5.000,-. Sementara untuk tariff parker adalah Rp. 2000,- dan mobil Rp. 5000,-  Selain itu ada fasilitas penyewaan loker Rp. 2000,-  Ban  pelampung Rp. 2000,- dan yang lainnya gratis.

Jangan dating ke Umbul Pluneng jika takut ketagihan, Banyak pengunjung  yang  memberikan kesan bahwa Umbul Pluneng ini memang ngangeni.  Dinginnya kebangetan,  ibarat makan dengan sambal,  pedas tapi marai tuman.  Benar saja, tak heran jika banyak pengunjung  yang  dating secara rutin.  Sepanjang bulan Januari – April sebanyak  496  orang  tercatat rutin dating dengan intesitas  minimal  seminggu 1x.  Sebagian besar diantaranya bahkan dating rutin lebih dari  3x  dalam seminggu. Bahkan  yang dating rutin setiap hari,  baik untuk terapi,  berlatih renang,  atau sekedar berendam juga sangat banyak.

Kami  memang memberi  perhatian khusus bagi  para  pelanggan rutin ini, diantaranya dengan membuat  bank  data  member, sehingga memudahkan pemberian informasi terkait kondisi umbul,  menyediakan  gift-gift cantik  yang  berbeda-beda setiap bulannya,  dan mengadakan undian berhadiah setiap bulannya.

“Sudah banyak terjalin kedekatan emosional dengan pelanggan khususnya  yang  terapi.  Banyak  pelanggan  yang  melakukan ucap syukur disini karena telah mendapat manfaat dari Umbul Pluneng, seperti sembuh dari sakit,  ketenangan hati,  kebugaran dan  lain-lain.  Ucap syukurnya macam-macam bentuknya,  ada  yang  membawa tumpeng atau makanan untuk dibagi-bagikan kepada semua  orang  di  area  umbul,  membawa oleh-oleh untuk pengelola,  dan lain-lain,  sangat mengharukan,”  Ucap Mujiono selaku Manajer  Unit  Wisata Pemandian Alam Pluneng.

Konsep selain sebagai pusat kegiatan ekonomi Umbul Pluneng juga telah menjadi pusat kegiatan budaya.  Banyak kegiatan budaya  yang  telah  di gelar berkaitan dengan pengelolaan Umbul Pluneng, diantaranya,  Syukuran  Banyu,  sebuah rangkaian acara ucap syukur dan pembelajaran tentang bagaimana merawat  air.  Dilaksanakan setiap setahun sekali,  setiap akhir bulan Suro.     Ciblon, adalah kesenian tradisonal  yang  masih lestari sampai saat ini.    Padusan. Tradisi bersih diri menjelang Bulan Ramadhan.

(Oleh : Agus Hariyanto Direktur Bumdes Tirta Sejahtera, Pluneng)

 

Comments

Baca Juga

ATIT

Atit Novitasari SPd,Diperlukan Inovasi untuk Membangun Wisata Desa Glagahwangi

Klaten (salfamedia) – Keindahan panorama memang syarat mutlak bagi usaha jasa pariwisata alam. Namun, tidak ...