Home | salfaNews | Tumbuhkan Sikap Moderasi Beragama, FKUB Klaten  Gelar Dialog Dengan Pelajar dan Mahasiswa
IMG20190912110554

Tumbuhkan Sikap Moderasi Beragama, FKUB Klaten  Gelar Dialog Dengan Pelajar dan Mahasiswa

Klaten (salfamedia.com) — Dalam rangka menumbuhkan sikap moderasi beragama di kalangan pelajar dan mahasiswa, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten, Kamis, 12 September 2019 menggelar dialog dengan pelajar dan mahasiswa di Gedung Wanita Klaten.

Acara tersebut dibuka Bupati Klaten Sri Mulyani yang diwakili Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Klaten, Sri Nugroho.

Sekretaris FKUB Kabupaten Klaten,  Moch Isnaeni mengatakan, kegiatan dialog dengan pelajar dan mahasiswa mengambil tema, “Menumbuhkan sikap moderasi beragama pelajar dan mahasiswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dialog menghadirkan ratusan  pelajar dan mahasiswa dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi yang ada di Klaten.

Dikatakan, adapun narasumber pada dialog tersebut masing-masing Ketua FKUB Kabupaten Klaten,  Syamsuddin Asyrofi dengan materi Moderasi beragama kunci utama membangun kerukunan umat beragama. Kemudian I Nyoman Warta, dari Sekolah Tinggi Hindu Dharma (STHD) Klaten dengan materi Menumbuhkan sikap moderasi beragama mahasiswa dan pelajar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Klaten, Sri Nugroho mengatakan, atas nama pribadi dan Pemkab Klaten mengapresiasi terselenggaranya dialog dengan pelajar dan mahasiswa dalam rangka menumbuhkan sikap moderasi beragama di kalangan pelajar dan mahasiswa. Melalui forum ini diharapkan mampu mendorong semua komponen masyarakat khususnya pelajar dan mahasiswa untuk selalu bersinergi dalam menjaga kerukunan, toleransi, keharmonisan antarumat beragama dan mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Dikatakan, Kabupaten Klaten memiliki kemajemukan budaya baik dari sisi agama, ideologi politik, aliran, ormas, maupun senii budaya, ras dan etnik dan berbagai perbedaan tersebut memiliki potensi munculnya konflik sosial dalam masyarakat. Untuk itu dibutuhkan peran serta seluruh komponen termasuk pelajar dan mahasiswa agar berbagai perbedaan tersebut tidak menyulut konflik, namun justru dengan perbedaan semakin mempererat rasa persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.

“sesuai UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 bahwa kebebasan beragama merupakan bagian dari hak asasi manusia. Sehingga semua masyarakat wajib untuk saling menghormati dan menghargai antarumat beragama,”jelasnya.

Dijelaskan, semua agama mengajarkan adanya perdamaian dan toleransi. Tidak ada agama mana pun yang mengajarkan pada umatnya untuk saling bermusuhan. Sehingga dibutuhkan pola hubungan dialogis dan komunikatif lintas agama guna merumuskan paradigma sosial yang bersumber pada nilai-nilai luhur dalam agama sehingga tercipta pola hubungan yang harmonis antarumat beragama di Kabupaten Klaten.

Menyinggung tantangan pelajar dan mahasiswa di era sekarang ini, Bupati Klaten seperti disampaikan Plt Kepala Dinas Pendidikan Klaten, Sri Nugroho , bahwa generasi muda sekarang dihadapkan pada tantangan globalisasi dengan munculnya media sosial (medsos).

Diungkapkan, banyak ancaman melalui medsos dengan target generasi muda, pelajar dan mahasiswa yang jiwanya masih labil yang mudah terbujuk oleh informasi baik video, foto dan tulisan yang viral di medsos yang belum jelas kebenarannya alias hoaxs. Padahal informasi itubisa mengadu domba antarmasyarakat sehingga menimbulkan kerawanan sosial.

Untuk itulah, Bupati Klaten berpesan kepada FKUB Kabupaten Klaten sebagai wadah kerukunan umat beragama di Klaten agar mampu menjalankan peran dan fungsinya untuk menjaga kerukunan dan kedamaian bumi Klaten. Sehinga berbagai program pembangunan Pemkab Klaten untuk mencapai visi Pemkab Klaten mewujudkan masyarakat yang maju, mandiri dan berdaya saing dapat terwujud.

Comments

Baca Juga

IMG-20190915-WA0133

Berkat Pengabdian Masyarakat 2 PTS, Pemdes Barepan miliki Website Barepan.desa.id

Klaten (salfamedia.com) — Tim Pengabdi Kepada Masyarakat  gabungan dari 2 Perguruan tinggi swasta (PTS) di ...