Home | salfaEkbis | Tradisi “Padusan” Menjelang Puasa Romadhon di Umbul Pluneng
IMG-20190505-WA0040

Tradisi “Padusan” Menjelang Puasa Romadhon di Umbul Pluneng

Klaten (salfamedia) – Umbul Pluneng adalah mata air  yang  berada ditengah ladang, tempat beristirahat warga pada saat menggembalakan hewan ternaknya. Sebelum pulang mereka kemudian memandikan hewan ternaknya dan bahkan turut serta mandi didalamnya.

Pada masa Perang Diponegoro (1825 – 1830), Pangeran Diponegoro sempat singgah  di mata air ini dan memutuskan mandi dan berendam  di dalam umbul.  Konon, Pangeran Diponegoro sangat senang berendam di umbul Pluneng karena airnya  yang  sangat bening, bersih, dan sangat menyegarkan.  Setiap  kali  beliau berendam,  dirinya merasa tenang dan damai. Dan  karena begitu menyenangkan, Pangeran Diponegoro sering kembali keumbul Pluneng untuk berendam  sekaligus bertemu dengan utusan Kerajaan  Surakarta  (Pakubuwono VI)  yang  menyalurkan bantuan logistic serta informasi dan strategi perang dalam menghadapi Belanda  di  Yogyakarta.

Seiring berjalan waktu daerah disekitar umbul    Pluneng diberi nama Pluneng  yang  konon berarti nyemplung seneng (artinya menceburkan diri dalam  air kemudian mendapatkan kebahagiaan).  Desa Pluneng sendiri terletak  di  Kecamatan Kebonarum, 25 km  berada  di bawah selatan puncak merapi  dan  10 km  dari pusat kota Klaten.

Menurut Direktur BUMDes Pluneng Agus Haryanto, sejak tanggal 1 Januari 2018 Umbul Pluneng telah dikelola oleh BUMDES (Badan Usaha  Milik Desa) dengan nama  BUMDES  TIRTA  SEJAHTERA.  Penataan dan pengembangan mulai diprioritas, terutama peningkatan system layanan dan kualitas SDM,  mulai dari tenaga kebersihan sampai dengan  save  guard.

“Selain itu pembangunan fisik mulai disentuh, dengan anggaran sekitar 5 Milyard Umbul Pluneng bakal dilengkapi fasilitas untuk memanjakan pengunjung yang ingin berenang. Di atas lahan 3 Hektar akan dibangun Kolam Renanf Anak, taman, tempat parkir dan fasilitas lainnya,” jelas Agus di sela-sela kesibukan mengatur acara tradisi padusan menjelang puasa aromadhon 1440 H.

Sedang untuk tradisi padusan tahun ini Umbul Pluneng mentarjetkan akan kedatangan pengunjung 7,5 ribu. Dibagi menjadi dua yaitu Umbul Tirto Mulyono 5 ribu pengunjung serta Tirto Mulyani 2,5 ribu pengunjung. Untuk tiket masuk Tirto Mulyono hari biasa 5 ribu untujk Tradisi Padusan ini naik menjadi 8 ribu, sedang Tirto Mulyani hari biasa 2 ribu untuk tradisi padusan ini naik menjadi 4 ribu.

Comments

Baca Juga

madu

Madu Laki Long Life, Saatnya Anda Menjadi Perkasa

Jangan pernah anggap enteng masalah seksual. Itu pesan penting yang perlu disebarkan. Betapa tidak, problema ...