Home | salfaNews | Tari Kolosal,ikut Memeriahkan Rangkaian HUT Pemkab Klaten ke 215
IMG-20190706-WA0057

Tari Kolosal,ikut Memeriahkan Rangkaian HUT Pemkab Klaten ke 215

Klaten (salfamedia) – Ratusan anak- anak dari berbagai kalangan pelajar SD, SMP, SMA dan SMK memadati pelataran Alun- alun Klaten, Sabtu (06/07/2019) pagi. Dengan mengenakan pakaian tari, mereka berbaris rapi sembari mengikuti intruksi dari panitia yang menggunakan pengeras suara.

Satu persatu penari memasuki pelataran alun-alun. Sementara diatas panggung terlihat Bupati Klaten, Sri Mulyani, Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkompimda), dan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah siap menyaksikan penampilan mereka.

Disekeliling alun- alun, ribuan masyarakat sudah mulai riuh. Tarian pertama yang tampil ialah Tari Gambyong. Mereka terlebih dahulu duduk untuk memberi hormat kepada hadirin. Setelah itu kembali berdiri dengan pose melebarkan kedua tangan sembari memegang sampur.

Tarian kedua dilanjut dengan Widaninggar. Dalam gelaran itu total 10 jenis tarian yang disunguhkan. Selain kedua tari itu tarian lainnya yakni Tari Lengger Solasih, Dolanan Kenthongan, Prajurit Bhayangkari, Goyang- goyang, Jaranan, Luyung, Ledek Tembayatan, dan ditutup dengan Tari Cangikan.

“Ada 10 tarian yang tamil disini. Dari jumlah itu, yang tiga tarian adalah tari khas Klaten yakni tari Luyung, Ledek Tembayatan, dan tari Cangikan. Mereka tampil secara massal,” kata Kabid Kebudayaan, Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga, Klaten, Endang.

Dikatakan Endang, total peserta yang ikut serta mencapai 500 penari. Ia mengaku pentas tarian massal itu merupakan bagian dalam melestarikan kesenian yang sudah turun temurun. Termasuk untuk menarik wisatawan agar berkunjung ke Klaten. Yang paling utama tarian massal ini sebagai salah satu menyambut Hari Ulang Tahun ke-215 Klaten.

“Semoga dengan adanya hal ini Klaten bisa lebih dikenal lagi oleh masyarakat luas. Banyak wisatawan yang datang. Dan yang paling penting adalah nguri- uri budaya kita supaya anak- anak lebih mengebal,” urai dia.

Sementara itu, salah satu pengurus paguyuban sanggar seni Klaten, Martha Endang menjelaskan ada tiga tarian khas Klaten yang dipertunjukkan. Salah satunya adalah tari Cangikan, yang menceritakan tokoh pewayangan Mak Cangik, atau seorang abdi di sebuah kerajaan.

“Cangik itu seorang abdi yang sangat setia kepada majikannya. Ia sifatnya lucu dan menghibur, maka kita ambil tokoh itu karena ingin mengajak anak- anak agar patuh dan mudah gembira,” kata dia.

Bupati Klaten, Sri Mulyani dalam sambutannya menyampaikan diusia Klaten yang ke-215 tentunya adalah usia yang cukup tua. Meski demikian, bupati mengatakan tidak akan berhenti berbenah bekerjakeras membangun Klaten. “Sedikit banyak kekurangan kami silahkan dievaluasi, agar kami bisa berbenah,” jelas bupati.

 

Comments

Baca Juga

IMG20190714143337

Nguri-uri Tradisi Leluhur, 14 Team Semarakkan Festival Gejog Lesung Desa Barepan

Klaten (salfamedia.com) —- Sebanyak 14 peserta dalam ajang Festival Gejog Lesung di balai Desa Barepan, ...