Home | salfaTravel | River Tubing Pusur Adventure, Asyik – Syeru & Mendebarkan
6

River Tubing Pusur Adventure, Asyik – Syeru & Mendebarkan

Klaten (salfamedia) – Kabupaten Klaten merupakan salah satu daerah yang kaya akan sumber mata airnya. Selain dapat dimanfaatkan untuk berenang dan menyelam menikmati kejernihan air, kabupaten bersinar ini juga memiliki destinasi wisata berupa river tubing.

Bak surga tersembunyi diantara perlintasan Jalan Delanggu-Tulung, river tubing pemacu adrenalin itu berada di aliran Sungai Pusur Dukuh Jragan, Desa Wangen, Kecamatan Polanharjo. Dengan memanfaatkan panjang sungai sekitar 1,4 kilometer, pengunjung diajak menyusuri sungai menggunakan ban.

1Ketua Komunitas River Tubing Kali Pusur, Aris Wardoyo mengatakan Sungai Pusur memiliki kedalaman beragam mulai dari 50-90 centimeter. Selain kondisi lingkungan yang masih asri diselimuti rerimbunan pohon, aliran sungai juga sangat jernih mengingat area ini merupakan tumpahan mata air Cokro.

“Kejernihan sungai ini yang kami tawarkan, artinya jika pengunjung melakukan river tubing mereka bisa nyaman dan bisa menikmati kesejukan air. Aliran sungai juga bisa untuk berenang,” ujarnya.

River tubing di Sungai Pusur terbagi manjadi dua trip. Dari garis start, pengunjung akan diajak menyusuri sungai dengan rintangan bebatuan. Kemudian di separuh perjalanan akan diuji adrenalinnya dengan melintasi trip arum jeram. Beragam tantangan siap menghadang higga di garis finish.

Untuk menikmati keseruan menyusuri sungai tersebut, harganya pun juga bersahabat. Paket A dengan dilengkapi fasilitas makan seharga Rp 70 ribu per orang, sedangkan paket B tanpa makan senilai Rp 50 ribu per orang. Tarif tersebut sudah dilengkapi alat pengaman dan juga dokumentasi foto.

2“Kita bagi menjadi dua paket. Perbedaan hanya pada makan, sedangkan untuk perlengkapan lainnya tetap sama. Ada pelampung, ban, foto, pengawal, dan masih banyak lagi,” kata dia.

Menurutnya, keberadaan wisata ini membuktikan bahwa untuk menikmati keindahan alam tidak melulu harus menggunakan biaya mahal dan merusak lingkungan. Hal ini justru mampu menjaga kebersihan aliran sungai, banyaknya pengunjung membuat warga sekitar sungkan untuk membuang sampah.

“Untuk tetap menjaga kebersihan, kami seminggu sekali tutup. Dan pada libur itu kami manfaatkan untuk membersihkan sungai. Karena memang fokus utama pemuda disini adalah kebersihan lingkungan tetap terjaga tanpa dicemari sampah rumah tangga,” imbuhnya.

Salah satu pengunjung asal Depok, Jawa Barat, Arini (28) mengaku sangat bangga dengan kondisi aliran sungai. Pasalnya disaat semakin padatnya penduduk saat ini masih bisa menemui aliran sungai dengan kejernihan alami. Berbeda dengan sungai-sungai di kota-kota besar yang sudah dicemari limbah.

3“Saya pulang kampung ke Klaten dan ingin memanfaatkan liburan untuk menikmati keindahan alam. Ternyata dapat referensi wisata sungai, dan hasilnya memang luar biasa. Kebersihan lingkungan perlu diapresiasi,” kata dia.

Tak Semudah Membalik Telapak Tangan.

Pada tahun-tahun sebelumnya, sungai ini masih dipenuhi sampah, kotor dan tidak terawat, hingga penduduk disekitar kali pusur ada yang sampai kena demam berdarah. Melihat kenyataan itu dengan diprakarsai para pemuda setempat, mereka mulai bergerak melawan sampah. Setiap hari Jumat dan Minggu, para warga mulai mengambil sampah di sungai, dipilihnya hari Sabtu dan Minggu karena mayoritas para pemuda bekerja di Pabrik Aqua yang juga berada di desa Wangen, Polanharjom Klaten, sampai akhirnya menjadi program rutin.

Sadar akan potensi wisata, para pemuda yang tergabung dalam komunitas Tubing Pusur yang awalnya karang taruna mulai membuka bisnis tubing. Hasilnya ternyata di luar dugaan. Memang awalnya sepi, paling hanya penduduk desa atau tetangga. Sekarang setiap hari selalu ada saja yang pesan atau datang dadakan.

Membersihkan Kali Pusur awalnya memang berat, disamping banyaknya sampah juga tumbuhan liar hidup subur di kanan kiri aliran sungai. Selain itu juga dengan sabar menyadarkan masyrakat untuk tidak membuang hajat kecil maupun besar disungai, agar kejernihan dan kebersihan sungai tetap terjaga.

“Alhamdulillah walaupun membersihkan aliran sungai Kali Pusur memakan waktu hampir dua tahun, sekarang sudah bisa dilihat hasilnya. Bahkan kegiatan bersih sungai juga disupport oleh Pabrik Aqua melalui Program CSR nya dan juga didukung olah pemerintah Desa Wangen,juga pemerintah Kecamatan Polanharjo bahkan Kabupaten Klaten,” jelas Aris.

Lebih lanjut Aris menjelaskan usaha bersih sungai aliran kali pusur hingga sekarang menjadi wisata Tubing yang banyak diminati oleh warga sekitar maupun warga luar daerah, seperti Solo, Jogja, Magelang, Semarang bahkan ada yang dari Jawa Barat serta Jawa Timur, terutama tidak lepas dari kegigihan para pemuda yang dengan telaten dan sabar melakukan gotong royong.

Sensasi Tubing Seru, Asyik dan Mendebarkan

Tubing di Sungai Pusur sepanjang hampir 1,5 Km dan memakan waktu sekitar 1 jam memang cukup menegangkan, tapi seru dan asyik. Tubing di sini terbagi dalam dua rute, rute singkat dan rute panjang. Rute panjang melalui medan yang lumayan berat karena melalui bebatuan dan arus kuat. Dilanjutkan rute panjang yang landai namun arusnya deras.

Spot paling seru adalah saat melewati Palungan. Para peserta tubing bisa terjun atau merosot dari ketinggian sekitar 2 meter dengan arus yang kuat. Di spot ini pengunjung yang berhasil terjun ke bawah dan masih tetap duduk di atas ban, maka oleh pengelolah dihadiahi GRATIS alias tidak dipungut biaya.

“Pas di atas biasa pengunjung pada takut, tapi begitu sudah terjun pada pengen ngulang lagi,” kata Mohammad Ramadhon dari Pabrik Aqua

“Yang paling mendebarkan lagi adalah pengunjung yang berasal dari UGM Jogjakarta, dia selalu berpesan pada kami selaku pengelola Tubing, agar selalu mengabari Ke UGM kalau sungai Pusur pas terjadi banjir besar, sehingga para mahasiswa bisa melakukan tubing yang sangat menantang dalam kondisi sungai banjir,” jelas Aris.

Tubing Pusur membuktikan wisata tidak selalu mewah dan merusak. Wisata tubing justru menjadi penyemangat warga mengembalikan kebersihan sungai serta menggairahkan perekonomian warga.

Kini Dukuh Jragan, Desa Wange, Polanharjo, Kabupaten Klaten yang dulunya sepi sekarang menjadi ramai. Tak ketinggalan, Sungai Pusur pun menjadi bersih berseri berkat tubing.

Wisatawan dengan bebas bisa menumpang mandi di kamar mandi yang disediakan atau mandi di rumah-rumah penduduk. Keuntungannya nanti akan dibagikan kepada warga dan pemuda yang terlibat.

HARGA TIKET:

  • Rp 50.000 (fasilitas minuman dan snack)
  • Rp 70.000 (fasilitas minuman, snack dan nasi)
  • Buka setiap hari namun para wisatawan harus pesan dulu.
  • Contac Person :

Toni   (WA)  085601963321

Arifin  (WA)  081567898441

Muklis(WA)  085647487604

 

 

Comments

Baca Juga

ATIT

Atit Novitasari SPd,Diperlukan Inovasi untuk Membangun Wisata Desa Glagahwangi

Klaten (salfamedia) – Keindahan panorama memang syarat mutlak bagi usaha jasa pariwisata alam. Namun, tidak ...