Wednesday,19 February 2020
Home | salfaNews | Penemuan Bunker Bekas PG Cokro Tidak Lepas dari Petunjuk Spiritual
Danang

Penemuan Bunker Bekas PG Cokro Tidak Lepas dari Petunjuk Spiritual

Klaten (salfamedia) – Terowongan atau dikenal Bunker kuno yang disinyalir bekas Pabrik Gula peninggalan masa kolonial Belanda ditemukan di Dusun Cokro Kembang, Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Klaten. Terowongan yang diperkirakan dibangun tahun 1840 sebetulnya sudah lama diketahui, namun masyarakat Dukuh Cokro belum begitu memperhatikan.

Tergeraknya warga Cokro untuk menelusuri dan membuka Terowongan itu tidak lepas dari petunjuk ghaib yang di terima oleh salah satu tokoh masyarakat Cokro yang bernama H.Danang Heri Subiantoro (53).

Awalnya Danang (panggilan akrab) bersama Istri Hj Siti Sholihah, SE.MPd, kala itu sedang bepergian mau kondangan ke rumah sahabatnya di Desa Jimus. Karena waktu sudah menjelang Magrib Danang bersama istri mampir ke masjid di daerah Karanglo tapi niatnya dibatalkan, lantas pindah mencari masjid lain tapi juga tidak jadi untuk mampir sholat , akhirnya ketemu Masjid Al Huda yang beralamat di Jimus, namun sholat jamaah Magrib sudah selesai, Lantas Danang bersama Istri sholat jamaah berdua, Saat sholat itulah Danang dan juga istrinya merasakan sesuatu yang berbeda, masjid terasa penuh jamaahnya,

“ Betol Mas, saat itu saya dan Istri sama-sama merasakan jamaah di masjid penuh sesak, bahkan saat mebaca surat Fatehah yang jawab amin ramai sekali, bulu kuduk saya sampai berdiri dan badan terasa merinding, kenapa kok ramai sekali,” jelas Danang.

Keterangan Danang ini diperkuat oleh istrinya, dirinya juga merasakan hal yang sama. “Kami merasakan masjid begitu ramai dengan jamaah, padahal kami hanya berdua, saya makmum Mas Danang Imamnya. Saya sempat merasa takut dan inginnya sholat magrib segera selesai, tapi justru waktu terasa lama sekali,” jelas Hj Siti Sholihah.

Begitu sholat Magrib selesai Danang bersama istri, menceritakan kejadian di masjid dengan teman dan beberapa masyarakat Jimus yang saat itu juga hadir di acara kondangan, Semua yang mendengar percaya dengan kejadian itu, bahkan salah seorang warga mengatakan, “Mas Danang akan mendapat rejeki besar yang nanti akan membawa kemakmuran,”

Setelah kejadian di Masjid Jimus itu, hampir satu minggu Danang tidak bisa tidur, seperti ada energi yang menarik. Akhirnya atas kuasa Alloh Yang Maha Kuasa, Danang sehabis Sholat Shubuh ngajak salah seorang warga bernama Novita Setiawan masuk ke dalam terowongan.

“Saat itu jalannya sangat sulit Mas, kami harus merangkak lewat tebing sungai yang masih rimbun dengan pepohonan, tapi kami tetap semangat, dan akhirnya sampai ketemu mulut terowongan, dan dengan merangkak kami memasuki terowongan itu, setelah kami yakin adanya terowongan itu kami lantas keluar,” jelas Novi.

Setelah yakin akan adanya terowongan besar Danang menemui tokoh masyarakat dukuh Cokro untuk memberi tahu tentang adanya terowongan dan minta doa juga dukungannya untuk membuka terowongan. Akhirnya berkat dukungan masyarakat, Danang bersama tokoh masyarakat dan warga Cokro membuat akses jalan setapak kearah mulut terowongan dan mulailah menggali tanah yang menutup terowongan yang diduga peninggalan jaman Kolonial Belanda.

 

Comments

Baca Juga

FB_IMG_1581860691970

Family Day, SDIT Muhammadiyah Sinar Fajar Libatkan Wali Santri Dalam Pembelajaran

Klaten (salfamedia.com) —– Guna memupuk kebersamaan antara siswa dengan seluruh keluarga besar SDIT Muhammadiyah Sinar ...