Home | salfaNews | Ngaku Wartawan dan LSM, Desa Kemiri Sering Dimintai Dana Partisipan Hingga 500 ribu
750x500-bantah-politik-uang-pdip-bandung-itu-uang-sebagai-penganti-konsumsi-180612l

Ngaku Wartawan dan LSM, Desa Kemiri Sering Dimintai Dana Partisipan Hingga 500 ribu

Klaten (salfamedia.com) —- Pemeritah Desa (Pemdes) Kemiri, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten mengeluhkan terhadap sejumlah orang yang mengatasnamakan wartawan serta lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang sering datang ke kantornya meminta dana atau sejumlah uang terhadap perangkat desa setempat.

Kaur Keuangan Desa Kemiri, Desi Arista(26) mengatakan, bahwa pihaknya sering ditemui sejumlah LSM serta orang yang mengaku wartawan datang ke balai desa. Kedatangan mereka tidak untuk meliput layaknya seorang wartawan namun hanya sekedar silaturahmi yang berujung meminta dana.

“Mereka datang rata rata satu bulan sekali. Ada yang bilang dari LSM dan wartawan. Tapi yang wartawan tidak meliput melainkan minta dana partisipasi. Tapi saya juga sempat menanyakan kartu pers nya memang dia juga punya,”katanya.

Dia mengatakan, permintaan dana partisipasi mereka kisaran Rp500 ribu. Namun, setelah ditawar sejumlah  LSM atau orang yang mengaku wartawan yang sering mendatangi kantor desa tersebut Rp100 ribu juga diterima.

“Saya bilang desa lagi kosong uang. Tidak ada kalau Rp 500 ribu. Trus saya suruh datang besoknya lagi mereka tidak mau. Ya, akhirnya saya tawar, mereka mau menerima Rp100 ribu. Sudah dikasih ya trus pulang,”ujar Desi.

Seringnya didatangi LSM dan orang yang mengaku wartawan tersebut, Ia juga sempat menanyakan alamat dan tempat tinggal mereka.

“Dia mengaku ada yang dari Klaten dan Solo. Saya risih, sepertinya saya kaya dikejar kejar depkolektor saja. Sedihnya kalau pas nggak ada uang disuruh datang besoknya lagi juga nggak mau,”kata dia.

Sementara, Kepala Desa Kemiri Juremi, mengaku merasa terganggu kinerjanya dengan sering didatanginya orang yang mengatasnamakan wartawan serta LSM. Menurutnya, ada sejumlah perangkat desanya serta ketua RW nya yang menjadi sasaran orang tersebut.

“Saya nggak tahu kedatangan mereka ke balai desa. Nggak tahu maksut dan tujuanya apa. Tapi ada yang mengaku wartawan pernah mempermasalahkan pembangunan talud desa kepada RW. Tapi ya gimana, mungkin mereka butuh uang,”pungkasnya.(Jaka).

Comments

Baca Juga

IMG-20190820-WA0053

Pergantian Komandan, Danrem 074/Warastratama Pimpin Sertijab Dandim 0723/Klaten

Klaten (salfamedia.com) — Letkol Kav Minarso secara resmi dilantik menjabat Komandan Distrik Militer (Kodim) 0723/Klaten, ...