Home | salfaTravel | Misteri Harta Karun di Dalam Bungker Bekas PG Cokro, ini Penjelasan Haji Danang
IMG_20200120_184110

Misteri Harta Karun di Dalam Bungker Bekas PG Cokro, ini Penjelasan Haji Danang

Klaten (salfamedia) – VIRAL…itulah penemuan Terowongan di bawah pasar Cokro Kembang, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten. Ada yang menyebut Goa peninggalan jaman Belanda abad 18 bahkan sekarang banyak yang menyebut Bunker bekas PG jaman Belanda. Sedang menjadi perbincangan di tengah masyarakat.

Lepas dari istilah yang berkembang penemuan Goa itu memang cukup misteri, pasalnya sebelum ditemukannya Goa tersebut,salah seorang  tokoh masyarakat Cokro H,Danang Heri S saat sedang jamaah Sholat Magrib bersama istrinya Hj.Siti Sholehah, SE.MPd di salah satu Masjid di daerah Jimus, ada kejadian yang luar biasa di dalam masjid tersebut,

“Pada waktu itu saya bersama istri sedang Sholat Magrib di Masjid di Desa Jimus, saya tidak tahu jamaah terasa penuh sesak, dan bulu kuduk saya sempat berdiri. Ternyata setelah ditelusuri yang ikut berjamah itu adalah Jin yang dikirim Alloh Yang Maha Kuasa. Kejadian itu kami ceritakan dengan masyatakat di sekitar masjid, Selang kejadian itu saya terasa mendapat petunjuk tentang Terowongan bekas Pabrik Gula jaman Belanda,” jelas Danang.

Ada dorongan kuat lanjut Danang untuk kami menelusuri, dan ternyata betul bersama masyarakat Cokro kami berusaha keras mencari letak terowongan itu, dan ternyata dengan usaha yang gigih, ditemukannya  terowongan besar dan panjangnya hampr 900 meter dibawah Pasar Cokro Kembang yang berakir di Sungai belakang pasar. terowongan tersebut melewati tepat dibawah rumah Haji Danang.

Misteri..itu yang akan kita rasakan saat kita masuk di dalam Goa tersebut, terutama saat masuk melewati Sungai Cokro, pasalnya di kedalam Goa sekitar 50 meter, terowongan utama ditutup dengan pasangan batu yang cukup kokoh dan dibuat terowongan baru yang lebih kecil yang membelok ke kiri bahkan di buat 2 cabang, satu mengarah ke bawah pasar Cokro Kembang yang satu lurus ke Barat.

“Terowongan utama yang ditutup oleh Belanda itu dari penelusuran Tim masih masuk ke kedalaman lebih dari 900 meter. Kenapa ditutup kuat itu masih menjadi tanda tanya, mengenai rumor harta karun itupun masih teka-teki. Bagi saya penemuan Terowongan atau Goa bahkan ada yang menyebut  Bunker itulah harta karun yang insyaalloh membawa berkah bagi waega Cokro,” lanjut Danang.

Dari penemuan ini kami bersama masyarakat Cokro akan menjadikan “Wisata Bunker PG Cokro” dipadu dengan wisata budaya, kuliner dan wisata air, karena terowongan tersebut tembus ke aliran Sungai Cokro yang airnya sangat jernih.

Comments

Baca Juga

aryono

New Normal, Taman Wisata Candi Prambanan Aman Untuk Pengunjung

Klaten (salfamedia) – Siapa yang tak kenal Candi Prambanan, sebuah candi Hindu paling cantik di ...