Home | salfaTravel | Kawasan Wisata Terpadu Desa Sidowayah,Polanharjo,Klaten
hp 1

Kawasan Wisata Terpadu Desa Sidowayah,Polanharjo,Klaten

Klaten (salfamedia) – Siapa yang tak kenal Wisata Air Umbul Kemanten di Sidowayah, Airnya yang jernih dengan peduan pohon tua berdaun rindang yang menambah kesejukan untuk bersantai bersama keluarga. Bahkan Kepala Desa Sidowayah bersama BUMDes Sinergi akan menyulap Umbul Kemanten yang dipadu dengan Wista Terpadu guna terwujudnya desa Sidowayah Gumregah Ambangun Tlatah Tumuju Gemah Ripah , Sinengkuyong sagotrah, sehat sumringah, Tinemu Bebungah.

hp4Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Secara geografis desa tersebut terletak pada 6o 51’ 46“ -7o 11’ 47“ LS dan 109o 40’19“ -110o 03’ 06“ BT, cukup jauh dari pusat kota yang mencapai kurang lebih 3 Km. Selain memiliki potensi wisata, desa tersebut juga merupakan desa yang memilik lahan tanah sangat subur, tercatat saat ini Desa Sidowayah memiliki luas lahan pertanian kurang lebih 92 Ha.

Awal mula Desa Sidowayah berdiri pada tahun 1912, pada waktu itu desa tersebut bernama Kelurahan Nglungge dengan lurahnya bernama R. Ng. Purbontani. Namun karena pada tahun 1934 kelurahan itu terjadi banyak kerusuhan dan banyak yang terbakar, kemudian Kelurahan Nglungge di ganti nama menjadi Sidowayah. Nama Sidowayah sendiri diambil dari sebuah nama makam yang berada di desa tersebut.

Kepala Desa Sidowayah, Hapsoro mengatakan, desa yang berdiri pada hp3tahun 1912 ini merupakan desa paling utara di Kota Klaten Bersinar, mempunyai lingkungan alam yang sangat sejuk nan alami, jauh berbeda dari kedaan perkotaan saat ini. Dengan keadaan tersebut Pemerintah Desa (Pemdes) Sidowayah akan siapkan beberapa wisata unggulan yang berkonsep nuansa alami dan pedesan.

“ Dengan visi dan misi terwujudnya masyarakat Sidowayah yang maju, sejahtera dan desa bebas kumuh menuju desa wisata tahun 2020. Meningkatkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat, serta meningkatkan sumber daya alam dan manusi guna menuju Sidowayah sebagai Desa Wisata,” ungkapnya.

hp 2Lebih lanjut Hapsoro menjelaskan, perpaduan wisata di Sidowayah lebih pada mengembangkan wisata alam dan Tradisioal. Ikon Umbul Kemanten dengan nuansa  yang benar-benar alami akan tetap dipertahankan keasliannya, bahkan akan dipadu dengan wisata  terpadu yang akan memanjakan wisatawan yang datang berkunjung.

 

PENATAAN KAWASAN WISATA TERPADU SIDOWAYAH.

  1. Pusat Pemerintahan dan Pendidikan, menjadi pusat perkantoran antara lain kantor desa, kantor BUMDes, kantor LKM, Polindes dan Pendidikan SD/MIN, Paud, TPA, Rumah Tahfidz dan SMP.
  2. Kawasan Wisata Terpadu antara untuk memanjakan wisatawan yang bekunjung ke Sidowayah maka mulai dibangun pengembangan wisata Umbul Kemanten, Wisata Kebun Markisa, Home Stay, Wisata Danau Buatan, Outbond Remaja, Fun Rubing, Susur Sungai, Kampong Dolanan dan Joglo Edukasi Pertanian.
  3. Kawasan Agro Komplek, dibidang pertanian Sidowayah juga sudah lama berbenah untuk meningkatkan uasha pertanian dan perikanan antara lainPertanian Organik baik secara tradisional maupun moderen juga telah dibangun rumah kompos. Selain itu juga dikembangkan peternakan sapi, kambing, kelinci, itik, ayam serta perikanan dan pembenihan ikan nila, lele dan budidaya lumut.
  4. Kawasan Perdagangan dan Jasa, untuk lebih meningkatkan ekononi masyarakat akan dibangun outlet UKM, wisata kuliner ikan, pasar burung, pasar hewan, pasar desa dan klitikan.
  5. Industri Kreatif antara pengembangan usaha selimut, handuk, block board, dolanan anak, rumah kemasan, kue semprong, kripik jamur, emping, opor bebek dan nila bakar maupun goreng.
  6. Kawasan Penyangga Konservasi Area, antara lain dikembangkannya budidaya kebun buah, kebun bunga, kebun efogia, green garden RT, Pertanian Organik, apotik hidup, lapangan olah raga, wisata religi.
  7. Kawasan Komersil, untuk kawasan ini juga sudah mulai diupayakan yaitu pembangunan pertokoan dan perumahan.

DUKUNGAN MASYARAKAT.

Program dari Pemerintah Desa Sidowayah bersama BUMDes SINERGI, dapat berhasil selain karen kuatnya kerja bersama komponen yang ada, juga banyak mendapat dukungan masyarakat. Hal ini terbukti belum lama ini warga desa Sidowayah, mendirikan wahana wisata edukasi bagi anak- anak secara swadaya. Wahana bernama Omah Aneka Satwa dan Seni (OASSE) tersebut diresmikan oleh Bupati Klaten, Sri Mulyani belum lama ini.

“Ini salah satu unit usaha pariwisata terbaru di BUMDes Sinergi Sidowayah. Karena sebelumnya sudah ada wisata air Umbul Temanten, dan Kampung Dolanan Sidowayah (KDS),” kata Kepala Desa (Kades) Sidowayah, Hapsoro,

Berbeda dengan dua unit usaha pariwisata sebelumnya, kata dia, wahana OASSE merupakan pilot project kolaborasi masyarakat. Sebab sebanyak 45 KK di RT 10/RW 05 Dukuh Kayuhan berinisitif merogoh koceknya masing- masing Rp 500 ribu. Sedangkan ujung tombak pemasaran ialah BUMDes Sinergi.

“OASSE ini murni dibiayai swadaya masyarakat satu RT. Dengan memanfaatkan rumah kosong, tiap KK berani iuran Rp 500 ribu. Harapannya, kolaborasi kesadaran sendiri untuk berinvestasi ini bisa menular ke 16 RT lainya. Sehingga semakin memperkuat keberadaan desa wisata Sidowayah. Jadi begitu selesai outbound di KDS, anak- anak datang ke sini diantar naik bendi. Adapun fasilitasnya berupa panahan, seni lukis, membuat gerabah, hingga kebun binatang mini berisi aneka unggas, burung, kura- kura, kambing, hingga kuda. Biayanya sementara ini cukup Rp 10 ribu,” ujarnya.

WISATA TRADISIONAL.

Dengan konsep kembali ke alam dan tradisional pengembangan wisata Sidowayah lebih mengoptimalkan tradisi leleuhur desa Sidowayah, agar nantinya anak-anak kita yagng lahir di era moderen ini tidak lupa dengan peninggalan orang tua kita. Untuk itu pengembangan Umbul Kemanten yang menjadi iko desa Sidowayah tetap dipertahankan keaslianya.

Sedang Kampong Dolanan yang sudah mulai dibuka untuk paket kunjungan wisata beberapa tahun yang lalu, wahana ini bermula dari rasa keprihatinan Pemdes Sidowayah yang mengingat bahwa saat ini banyak anak-anak yang lebih cenderung aktif bermain mainan modern seperti playstation, gadget, dan game online. Maka dari itu dibangunlah Kampong Dolanan, pengunjung bisa melihat ataupun bermain mainan tradisional seperti baksodor, obrok, jamuran, nekeran dan masih banyak lagi.

Pengembangan Bukit Sibalarak juga menjadi prioritas dari Pemdes Sidowaya dan BUMDes Sinergi, yaitu akan dijadikan kawasan wisata yang indah dan menyejukkan, antara lain Siblarak Waterpaark, sawah lestari, camping area, oudbond area, taman bermain, arena kuliner, resort Siblarak, Are Waterstacked/air bersusun, air terjun tirai kelambu.

KELILING DESA DENGAN KUDA dan SEPEDA ONTEL.

Jangan kaget di Sidowayah yang daerahnya kaya akan alam yang sejuk, umbul yang masih asri, hamparan sawah yang dikelola dengan tradisional dan moderen serta aliran sungai-sungai kecil dengan air yang jernih, dapat dinikmati oleh wisatawan dengan keliling di area Sidowayah dengan naik kuda atau sepeda ontel.

Bahkan yang paling unik wisatawan dengan memakai baju petani bisa ikut terjun kesawah membaur dengan petani ikut bercocok tanam atau naik bajak sawah yang dikendalikan oleh binatang kerbau dan bersantai di Home Stay sambil menikmati menu makan khas desa dengan pincuk dari daun pisang.

 

Comments

Baca Juga

ATIT

Atit Novitasari SPd,Diperlukan Inovasi untuk Membangun Wisata Desa Glagahwangi

Klaten (salfamedia) – Keindahan panorama memang syarat mutlak bagi usaha jasa pariwisata alam. Namun, tidak ...