Home | salfaNews | Hindari Sanksi Hukum, Penambangan Harus Berijin
Penambangan Pasir lereng merapi
Penambangan Pasir lereng merapi

Hindari Sanksi Hukum, Penambangan Harus Berijin

Salfamedia.com, KLATEN – Maraknya aksi penambangan liar (ilegal) di Klaten membuat resah Pemerintah Kabupaten Klaten lantaran sering diprotes oleh para pengusaha penambangan yang mengantongi ijin resmi.

Tim Pengendalian Dampak Penambangan Pemkab Klaten melakukan pembinaan terhadap pengusaha penambangan yang tak berijin (non resmi). Langkah mediasi ini dilakukan dengan maksud menghentikan kegiatan penambangan sebelum para pengusaha tersebut mengantongi ijin resmi.

Berdasarkan pantauan, dari 10 pengusaha penambangan non resmi yang dipanggil ke kantor DPU ESDM hanya empat orang perwakilan pengusaha yang hadir. Pembinaan ini dilakukan menyusul adanya laporan keluhan dari masyarakat akibat adanya penambangan ilegal di wilayah lereng Merapi.

“Sesuai dengan tupoksi, Kami hanya memiliki kewenangan untuk melakukan pembinaan bukan penindakan”, kata ketua Tim Pengendalian Dampak Penambangan Pemkab Klaten, Widoyo.

Dijelaskan Dia, tujuan pembinaan ini dilakukan untuk mengingatkan para pengusaha penambangan yang belum mengantongi ijin segera mengajukan perijinan. Karena penambangan tanpa ijin jelas melanggar UU no 4 tahun 2009 dengan sanksi hukuman 10 tahun penjara dan denda 10 miliyar berdasarkan pasal 160 ayat 1. Untuk itu kami menghimbau pengusaha penambangan berhenti menambang, sampai mempunyai ijin resmi.

“Daripada para pengusaha harus berhadapan dengan penegak hukum karena melanggar UU, kami berusaha memberikan pembinaan, karena sampai saat ini baru ada delapan pengusaha penambangan yang memiliki ijin di Klaten” jelasnya, Jumat (29/4).

Sementara itu Sarwo Edi mewakili pihak pengusaha penambangan non resmi secara terang-terangan mengakui telah melakukan penambangan tanpa ijin. Dia mengaku siap ditutup asalkan pihak pemangku kebijakan dalam melakukan penambangan dlakukan secara adil mulai dari hulu sampai hilir.

“Kami siap ditutup, asal semua dilakukan secara adil, Kami nekat menambang karena kepentingan perut, di belakang kami banyak masyarakat membutuhkan kegiatan yang kami lakukan”, pungkasnya.

Comments

Baca Juga

FB_IMG_1634795793823

Penyuluh Agama Islam Klaten Utara dan DSH Bina Pengamen Jalanan, Bahkan Ada Yang Dinikahkan

Klaten (salfamedia.com) —- Ada nuansa unik di pendopo monument Juang 45 Klaten, ya pada Senin pagi ...