Home | salfaNews | Heboh, Sipir Lapas Klaten Terlibat Transaksi Narkoba
Kaplores Klaten AKBP Faizal menunjukkan barang bukti transaksi narkoba yang meibatkan sipir Lapas Klaten
Kaplores Klaten AKBP Faizal menunjukkan barang bukti transaksi narkoba yang meibatkan sipir Lapas Klaten

Heboh, Sipir Lapas Klaten Terlibat Transaksi Narkoba

Salfamedia.com Klaten – Sulagi bin Wismo Sumarto (45) petugas Penjaga Pintu Utama (P2U) Lapas Klaten, diciduk Satuan Narkoba Polres Klaten, karena menjadi kurir sabu. Dia mengaku diperintah seorang narapidana untuk mengambilkan sebuah bungkusan, didepan pintu lapas.

Sulagi mengatakan pada hari Kamis (18/2) sekitar pukul 22.00 WIB, ia ditelpon oleh seorang narapidana narkoba, yakni Hari Purwanto (33). Dalam percakapan tersebut, Napi memintanya untuk mengambil sebuah paket. Tanpa berfikir panjang , warga Desa Krakitan, Kecamatan Bayat itu kemudian menuruti perintah tersebut.

“Saya dapat telepon dari dalem, kamar nomor 15 (napi) untuk ambil bungkusan. Kemudian saya ambil paket yang diletakan didepan pintu itu, “Saya tidak tahu isinya apa. Tidak saya periksa dulu. Saya kira cuma nasi saja
Namun demikian ia mengaku, bukan sekali ini saja melayani permintaan dari napi. Semenjak bertugas di lapas Klaten, dirinya sering diminta untuk membelikan atau mengambilkan kebutuhan warga binaan, diluar lapas.

Ditanya mengenai imbalan apa yang diterimanya, Sulagi bungkam. Ia mengaku tak mendapat apapun ketika melayani permintaan dari para napi. “Belum sempat diberi upah dan tidak dijanjikan apapun,” ujar dirinya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, tertangkapnya sipir Lapas tersebut bermula dari pengembangan dua kurir Narkoba lain yakni Yoga (20) dan Ricky (18) WIB. Kasat Narkoba Polres Klaten AKP Danang Eko Purwanto mengatakan, total narkoba yang dibawa oleh keduanya (Yoga dan Ricky) adalah 11,09 gram. Adapun yang dimasukan kedalam penjara, melalui bungkusan nasi adalah 0,60 gram.

“Hari Kamis lalu kami menangkap dua orang pelaku kurir diluar lapas, dari keduanya kami menyita sekitar 11,09 gram sabu, bila ditaksir dalam jumlah uang sekitar Rp 12 juta. Dari situ kita bisa melakukan control Delivery, untuk mengungkap perantara pada napi yakni oknum pegawai lapas atau sipir Klaten,” jelas Danang.

Sementara itu, Kapolres Klaten AKBP Faizal mengatakan terus mengembangkan petunjuk untuk menemukan pemain besar dalam bisnis tersebut.

Atas perbuatannya tersebut  tersangka melanggar pasal 114 (1), dan atau pasal 112 (1), dan atau pasal 132 (1). Mereka diancam pidana minimal 5 tahun, maksimal 20 tahun. Selain itu, mereka juga didenda maksimal Rp 13 miliar.

Comments

Baca Juga

IMG-20221203-WA0073

Ketua Asosiasi FKUB : FKUB Masih Dianggap Sebagai Pemadam Kebakaran

SULTENG — Ketua Umum Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Indonesia Ida Pangelingsir Agung Putra ...