Home | salfaTravel | GLC 19 Desa Ponggok , Menuju Ponggok Lestari 2025
joko ponggok

GLC 19 Desa Ponggok , Menuju Ponggok Lestari 2025

Klaten (salfamedia) – Kita memang harus beralih ke wisata ramah lingkungan, tetapi sebelum itu kita harus menyelesaikan masalah lingkungan yang paling berat, individualisme, keserakahan dan sikap apatis. Itu sebabnya kita harus awali dengan literasi (Joko Winarno, Ketua Panitia GLC 19 dan Direktur Bumdes Tirta Mandiri Desa Ponggok)

Mengubah  Eksploitasi  menjadi Lestari,  Adalah Kepala Desa Ponggok, Klaten, Jawa Tengah  Junaedhi Mulyono, yang melihat betapa warga desanya membutuhkan percerahan dan peningkatan kapasitas untuk mampu melestarikan sumber daya alam mereka. Kesadaran akan peri kehidupan berkelanjutan yang harus segera menjadi semangat dan gaya hidup warganya.

Joned pg“Satu dekade lalu, kami terpaksa harus mengeksploitasi Umbul kami untuk mengangkat warga Ponggok dari jurang kemiskinan dan jeratan rentenir. Sekarang ini, kami perlu memastikan agar sumber daya alam penyambung hidup kami ini tetap lestari untuk anak cucu kami. Literasi adalah jembatan yang tepat. Bantu kami menjadi desa yang lestari!” ujar Joened, demikian Kepala Desa Ponggok ini disapa warganya.

Mengubah pola pikir warganya menjadi ramah lingkungan dan menjalankan peri kehidupan berkelanjutan (sustainability) tentu bukan persoalan mudah, apalagi di desa yang warganya sudah terbiasa menerima manfaat ekonomi dari mengeksploitasi Umbul Ponggok.

Mengajak mereka mempelajari bagaimana hidup yang berkelanjutan  menjadi misi yang dianggap mustahil dilakukan. Tetapi Joened dan tim-nya tidak ingin menyerah. Semangat menjalankan GLC19 ini bagaikan upaya Menulis di Atas Air, bertekad mewujudkan apa yang dianggap mustahil dilakukan.Festival literasi desa selama 4 hari 3 malam ini digagas untuk menjadi batu pertama menuju Ponggok Makmur Lestari 2025.

Green Literacy Camp 2019 ( GLC 19) adalah festival literasi desa yang diinisiasi demi menyulut semangat belajar dan berkegiatan literasi segenap warga Ponggok dan masyarakat sekitarnya, agar berdaya dalam melestarikan sumber daya alamnya.

joko pgDiselenggarakan pada tanggal 4-7 Juli 2019 di desa yang terkenal karena wisata Umbul Ponggok. GLC19 dimotori oleh BUMDes Tirta Mandiri Ponggok, Reading Volunteer Indonesia, KOTAKU Klaten, Nemolab, dan Fitonsida Solusi Semesta.

Selama 4 hari 3 malam, 9 venue yang tersebar di segala penjuru desa seluas 77 hektar ini akan dimeriahkan oleh 51 orang narasumber yang terdiri dari sastrawan, budayawan, penggiat literasi dan aktivis lingkungan. Diantaranya Ayah Pidi Baiq, Ahmad Tohari, Jokpin, Kang Maman, Muhiddin M. Dahlan, Anton Kurnia, Aan Mansyur, Ganjar Pranowo, Andy F. Noya, Santi Indra Astuti, Eva Y. Nukman, Sekar Chamdi, Billy Boen, Saras Dewi, Hamish Daud, Ayu Arman, dan lain-lain akan membagi gagasan terbaik mereka untuk berliterasi demi sustainability.

Para pemberi inspirasi tersebut akan mengisi 50 mata acara, 25 diantaranya berupa kelas-kelas literasi, dan 9 forum dialog terbuka, dengan konsep jagongan di Angkringan Dialog, yang dibangun khusus oleh panitia untuk mendekatkan warga dengan para narasumber. Semua mata acara akan membawa semangat kehidupan berkelanjutan dan upaya bersama untuk menjaga kelestarian sumber daya alam (Sumber Humas GLC 19 Desa Ponggok).

Comments

Baca Juga

ATIT

Atit Novitasari SPd,Diperlukan Inovasi untuk Membangun Wisata Desa Glagahwangi

Klaten (salfamedia) – Keindahan panorama memang syarat mutlak bagi usaha jasa pariwisata alam. Namun, tidak ...