Home | salfaNews | Desa Nganjat Pamer Ikan Air Tawar Lewat Aquarium Raksasa
IMG-20190709-WA0088

Desa Nganjat Pamer Ikan Air Tawar Lewat Aquarium Raksasa

Klaten (salfamedia) – Setelah sukses dengan budidaya ikan nila merah, Desa Nganjat, Kecamatan Polanharjo mulai menggali potensi baru. Potensi itu adalah kawasan wisata air terpadu yang menawarkan dua kolam pemandian dan aquarium berukuran raksasa.

Kepala Desa Nganjat, Pandu Sujatmoko mengatakan pengembangan potensi desa itu bagian dari program wisata air terpadu. “Jadi kawasan wisata air terpadu sudah kita lakukan pembangunan secara bertahap selama tiga tahun. Kita masih terus berupaya agar potensi air dan perikanan di kawasan minapolitan ini berkembang,” kata dia.

Total anggaran yang dibutuhkan dalam pengembangan ini sekitar Rp 1 Miliar. Adapun potensi yang diangkat adalah membuat kolam standar nasional dengan ukuran 60 X 25 meter dan satu kolam untuk anak- anak berukuran 10 X 7 meter. Kolam itu nantinya diproyeksikan dengan potensi budidaya ikan air tawar di Desa Nganjat.

Selain kolam, lanjut Pandu, Pemerintah Desa Nganjat juga telah menyiapkan sembilan aquarium yang nantinya akan berisi berbagai jenis ikan tawar. Kedepannya pengunjung juga bisa melakukan outbond hingga kegiatan menangkap ikan yang persis dibawah kolam renang.

Saat ini pengembangan wisata air terpadu sudah hampir rampung. Pihaknya telah melakukan deteksi dini sumber air dengan menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta untuk pengeboran sumber mata air. “Hanya saja debit air yang keluar belum maksimal, maka kita coba cari alternatif lain dulu,” urai dia.

Rencananya ia akan mengambil limpasan dari Umbul Ponggok. Air dari Desa Ponggok akan disambung menggunakan pipa sepanjang  410 meter agar dapat mengaliri kolam renang. Ditargetkan, pemasangan pipa itu selesai tahun ini dan segera dilaunching. “Kita tidak memanfaatkan air Umbul Ponggok dari sumbernya, tapi hanya limpasannya saja. Kami memang menargetkan pada tahun ini sudah dapat di launching,” jelasnya.

Pandu mengungkapkan, hadirnya kawasan wisata air terpadu itu untuk mendongkrak perolehan Pendapatan Asli Desa (PAD). Mengingat tahun lalu, Desa Nganjat hanya memperoleh sekitar Rp 52 juta. Selain itu, obyek wisata ini juga dapat meningkatkan penghasilan masyarakat desa setempat.

Disisi lain wisata air terpadu juga sebagai penunjang kawasan minapolitan. Jumlah petani ikan nila di Desa Nganjat sekitar 30 orang. Dari jumlah itu, rata-rata produksi ikan nila kurang lebih 15 ton dalam setiap bulannya.

Ketua Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) Nganjat, Retno Widowati menyampaikan kawasan wisata air terpadu dibangun di lahan tanah kas desa seluas 8.000 meter. “Untuk kolam standar nasional memiliki kedalaman lebih dari 2 meter. Sedangkan untuk kolam anak kedalaman 70 cm,” kata Retno.

 

Comments

Baca Juga

IMG-20190915-WA0133

Berkat Pengabdian Masyarakat 2 PTS, Pemdes Barepan miliki Website Barepan.desa.id

Klaten (salfamedia.com) — Tim Pengabdi Kepada Masyarakat  gabungan dari 2 Perguruan tinggi swasta (PTS) di ...