Home | salfaEkbis | Danone Aqua dan KLHK Peringati Hari Lahan Basah Sedunia di Klaten
aqua 2

Danone Aqua dan KLHK Peringati Hari Lahan Basah Sedunia di Klaten

Klaten (salfamedia) – 13 Februari 2020, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia melalui Direktorat Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial (BPEE), Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE)bekerjasama dengan Danone-AQUAmenyelenggarakan peringatan World Wetlands Day2020 (Hari Lahan Basah Sedunia)  di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten yang berlokasi di Taman Kehati PT Tirta Investama – Pabrik Klaten (AQUA Klaten).

aqua 1Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia (WWD) 2020 dengan tema “Wetlands and Biodiversity”dihadiri olehDirektur Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial Ditjen KSDAE Ir. Tandya Tjahjana, M.Si;Asisten II Pemerintah Kabupaten Klaten Ir. Wahyu Prasetyo, M.Siserta para perwakilan dari Pemprov Jawa Tengah, DIY, Kabupaten Klaten, UPT Pengelola Situs Ramsar, akademisi, tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat serta para pemangku kepentingan yang menangani permasalahan isu-isu lahan basah di Indonesia.

“Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat luas memahami nilai dan fungsi lahan basah di Indonesia sebagai aset nasional, utamanya sebagai sistem penyangga kehidupan; memperkuat komitmen pembangunan daerah dengan memperhatikan kepentingan lahan basah; serta meningkatkan peran serta para pihak dalam pengelolaan dan pembangunan lahan basah di Indonesiaterutama peran masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengelolaan dan pemanfaatan lahan basah. Hal ini sesuai dengan visi Ditjen KSDAE yang kami bangun dan tertuang dalam 10 Cara Baru Kelola Kawasan Konservasi”, kata Ir. Tandya Tjahjana, M.Si selakuNational Focal Point Ramsar Indonesia.

aqua3Beliau juga menyampaikan bahwa sebagai salah satu negara yang meratifikasi Konvensi Ramsar,Pemerintah Indonesia berkewajiban untuk mensosialisasikan nilai penting lahan basah kepada seluruh pemangku kepentingan, diantaranya melalui kegiatan Perayaan Hari Lahan Basah Sedunia (World Wetlands Day/ WWD) saat ini.Dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan peran aktif para pihak untuk menjaga kelestarian lahan basah, serta dapat merekomendasikan gagasan atau kebijakan-kebijakan baru untuk perlindungan ekosistem lahan basahIndonesia yang lestari dan berkelanjutan.

Saat ini, luas lahan basah dunia diperkirakan mencapai lebih dari 12 juta km2 atau lebih dari 6% dari luas total permukaan bumi. Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan yang memiliki ekosistem lahan basah terluas di Asia setelah China, yaitu sekitar 40,5 juta Ha atau sekitar 20% dari luas daratan yang dimilikinya. Dengan luasan lahan basah yang besar ini terkandung berbagai keanekaragaman hayati yang sangat penting dan bernilai, yang semuanya merupakan aset yang dimiliki Indonesia untuk kesejahteraan manusia.

aqua4Sustainable Development Director Danone Indonesia, Karyanto Wibowo mengatakan bahwa Danone memiliki visi One Planet One Health dimana antara kelestarian bumi dan kesehatan masyarakatnya saling berkaitan erat, perwujudannya adalah program keberlanjutan yang

Danone Indonesia melalui AQUA adalah dengan pendekatan pelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS). “Pendekatan pelestarian DAS ini termasuk program konservasi, dimana kami telah menanam kurang lebih 3 juta pohon dengan metode MRV (Measurement, Reporting and Verification) dan aplikasi database onlinejejak.in, dimana melalui metode dan aplikasi ini dapat memudahkan pemantauan pohon setelah ditanam. Selain itu, kami memiliki 22 program keanekaragamanhayati yang tersebar di 8 Propinsi di Indonesia, salah satunya di tempat acara kita ini”, jelas Karyanto.

Dalam kesempatan yang sama Asisten II Pemerintah Kabupaten Klaten,Ir. Wahyu Prasetyo, M.Simenegaskan bahwa apresiasi perlu diberikan kepada pihak-pihak yang mendorong pelestarian lahan basah dan keanekaragaman hayati di dalamnya. “Gerakan ini tidak hanya menjadi komitmen bersama para pihak, tetapi diperlukan aksi nyata yang dimulai dari berbagai level mulai dari masyarakat, Pemerintah Desa hingga level Pemerintah Provinsi agar berjalan efektif. Dalam hal ini Pemerintah Daerah Kabupaten Klaten tentu saja memiliki komitmen yang kuat dalam upaya pelestarian keanekaragaman Hayati di Kabupaten Klaten”, tutup Sri Mulyani.

Peringatan tahun ini diawali dengan lomba mewarnai gambar yang bertema lahan basah oleh pelajar SD di Kabupaten Klaten; penanaman bibit secara simbolik dari tanaman endemik langka daerah, seperti Timoho (Kleinhovia hospita L), Kepel (Stelechocarpus burahol), Jambu Dersono Mawar (Eugenia jambos Linn), Salam (Syzygium polyanthum), Kluwek (Pangium edule), dan lain-lain; pelepasliaran burung di kawasan taman kehati yang meliputi perkutut, kutilang, cekakak, jalak kebo, dan trocokan; serta aksi bersih sungai oleh Komunitas Peduli Sampah.

Hari Lahan Basah Sedunia yang diperingati setiap tanggal 2 Februari merupakan hari peringatan perjanjian internasional untuk melindungi lahan basah di seluruh dunia atau lebih dikenal dengan Konvensi Ramsar. Menurut Konvensi Ramsar, yang dimaksud dengan lahan basah adalahArea rawa, lahan gambut atau air, baik alami atau buatan, permanen atau sementara, dengan air yang statis atau mengalir, segar, payau atau asin, termasuk area air laut dengan kedalaman saat surut tidak melebihi enam meter.Oleh karena itu, melalui peringatan ini, diharapkan berbagai pemangku kepentingan dapat memanfaatan lahan basah secara bijaksana melalui aksi nasional dan kerjasama internasional untuk mewujudkan pembangunan secara berkelanjutan di seluruh dunia.

Taman Kehati AQUA Klaten merupakan salah satu bentuk upaya pelestarian keanekaragaman hayati sebagai kawasan pencadangan sumberdaya alam oleh pihak swasta. Bentuk pelestarian yang dilakukan berupa perlindungan sumber-sumber air melalui pengkayaan keanekaragaman hayati di kawasan tersebut. Hingga saat ini, AQUA Klaten tercatat telah melakukan penanaman sebanyak 45 spesies tanaman endemik/ lokal/ langka daerah dalam rangka konservasi sumber air di hulu sistem hidrologi mata air di daerah tersebut.

Selain itu,AQUA Klaten juga mengedukasi 5000 anggota masyarakat dan siswa sekolah yang ada di sekitarnya dalam upaya melestarikan keanekaragaman hayati di daerah tersebut, salah satunya melalui pembinaan tehadap 16 Bank Sampah di Klaten dan pelestarian Sungai Pusur.

 

 

 

Comments

Baca Juga

IMG-20200605-WA0052

Virtual Tour, Jelajah Taman KEHATI Aqua Klaten

Klaten (salfamedia.com) —- World Environment Day atau yang lebih dikenal dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ...