Home | salfaTravel | Berawal dari Hobi Koleksi Barang Antik Tri Manto Kepala Desa Sidoharjo, Berencana Buka Musium Edukasi
ppp

Berawal dari Hobi Koleksi Barang Antik Tri Manto Kepala Desa Sidoharjo, Berencana Buka Musium Edukasi

Klaten (salfamedia) – Tri Manto (55) Kepala Desa Sidoharjo, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, memiliki hobi yang cukup unik dan langka yaitu mengoleksi barang antik. Tidak tanggung-tanggung dirumah kediaman berbagai barang antik tersimpan rapi, seperti keris, tombak, pedang, akik, jam dinding, jam tangan, radio, sepeda, almari, lampu, piring, cangkir, porong, dan hampir semua peralatan rumah tangga termasuk barang kuno.

SM 1Barang-barang antil milik Tri Manto jumlahnya cukup banyak dan rat-rata dibuat jaman senopati kerajaan sekitar abad 17, harganya cukup mencengangkan, satunya bisa mencapai puluhan juta, belum yang ada auranya bisa mencapai ratusan juta.

Sri Manto bersama Istri
Tri Manto bersama Istri

Hobi yang dimiliki Tri Manto dimulai sejak masih kecil, maklun karena kakeknya dulu seorang demang, bahkan istrinya masih berdarah biru. Kakek dan orang tuanya ketika itu meninggalkan banyak benda atik dan pusaka, hingga Tri Manto tinggal meneruskan untuk merawat, walaupun tidak sedikit juga memburu barang antik untuk menambah koleksinya.

SM 5SM 3Berbagai macam jenis keris yang dimiliki seperti Keris Sabuk Inten Kinatah yang berumur lebih dari 300 tahun yaitu jaman senopati kraton Solo. Ada 40 lebih jenis keris yang dimiliki dan rata-rata dibuat dari Empu  Solo, karena keris yang paling bagus se-Indonesia itu buatan dari Solo, penggarapannya halus, bahannya pilihan dan aoranya sangat kuat.

SM 4Selain keris ada juga tombak panjang lebih dari 2 meter, bertahtakan eman dan intan, juga sudah berumur ratusan tahun yang lalu. Ada juga batu akik yang jumlahnya hampir ratusan jenis. Jam dinding kuno yang rata-rata sudah berumur 100 tahun lebih terpampang di dinding rumahnya, semua ada 12 macam dan masih hidup sampi sekarang.

SM 2Bahkan jam tangan kuno juga menjadi bagian dari koleksinya, ada sekitar 50 an biji jam tangan dan semua juga masih hidup. Juga ada beberapa lemari kuno yang dibuat sekitar tahun 1800, catnya masih asli, juga radio kuno juga menjadi bagian dari koleksinya.

Sepeda ontel kuno, berjajar rapi di garasi miliknya, mulai dari sepeda merek Humber, Hercules, Gazelle, Simplek dan lain sebagainya. Jumlahnya sekitar 40 sepeda, umurnya sudah ratusan tahun, seandainya di jual harga berkisar antara 2 juta sampai 20 jt.

BEBEK 3“Dari semua koleksinya ini, berawal dari hobi apalagi kakek dan orang tua saya, banyak meninggalkan barang antik, jadi kami tinggal meneruskan dan menambah jumlah. Ada yang dibeli dan mencari barangantik sampai di luar daerah, ada juga orang yang datang kerumah menawarkan barang antik,”jelas Tri Manto yang juga pemilik Rumah Makan Opor Bebek Bu Yadi yang sudah terkenal di mana-mana.

SM 7Lebih lanjut Sri Manto menjelaskan dengan mengumpulkan barang-barang antik, rasanya kalau kita duduk di rumah sambil melihat koleksinya ini, hati rasanya damai dan adem, ada kesejukan jiwa yang tidak bisa dijelaskan.

“Untuk lebih mengenalkan barang antik ke generasi muda dan masyarakat, Kami merencanakan membuat musim edukasi, dimana semua barang antik miliknya akan di tampilkan secara rapi, agar generasi muda lebih mengenal warisan budaya yang adhiluhung. Pembuatan musium ini di rencanakan kerjasama dengan pemerintah desa Sidoharjo atau mungkin juga akan di buat sendiri,” pungkas Tri Manto.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Comments

Baca Juga

TBG 1

Kangen Dengan Mandi di Sungai, Sabar ya Masih Corona…. Ada Saatnya Nanti Datang ke Taman Banyu Gemblinding Karanglo

Klaten (salfamedia) – Asyiknya mandi sambil dolanan dan kelen di kali, persis kayak jaman dulu ...