Home | salfaNews | Belum Dibuka Resmi, Wisata Bunker PG Cokro Tulung Sudah Dibanjiri Pengunjung
cokro

Belum Dibuka Resmi, Wisata Bunker PG Cokro Tulung Sudah Dibanjiri Pengunjung

Klaten (salfamedia) – Setelah ditemukannya Terowongan bekas peninggalan jaman Kolonial Belanda di di Dusun Cokro Kembang, Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Klaten beberapa waktu lalu sudah menarik minat pengunjung, tidak hanya wisatawan dari Klaten namun ada juga wisatawan dari luar kota, seperti Salatiga, Semarang, Magelang, Sukoharjo, Karanganyar dan DIY. Bahkan dari kalangan pejabat, TNI, Polri,  juga komunitas sepeda ontel berduyung mendatangi obyek wisata baru ini.

“Kami sangat penasaran dengan berita dari media sosial dan media cetak, yang menyampaikan informasi tentang ditemukannya goa besar dan panjang peninggalan jaman penjajahan Belanda. Ini sangat menarik dan belum ada duanya, sehingga kami sangat tetarik sekali untuk melihat dan membuktikannya, walaupum belum diperbolehkan masuk dan hanya melihat dari pintu goa, kami sudah puas dan yakin, ini bakal jadi obyek wisata yang mendunia,” ungkap Widodo wisatawan dari Magelang.

Memang untuk saat ini Bunker bekas PG Cokro Tulung belum dibuka untuk umum, karena masih dalam tahap penelitian dan pengerukan tanah yang menutupi ruangan di dalam bungker tersebut. Namun tidak bisa dipungkiri keberadaan Goa yang persis dibawah rumah beberapa warga dan pasar Cokro Kembang  hingga sampai di pinggir Sungai Pusur ini  sangat antik  dan nyaman. Apalagi air sungai Cokro yang  sangat derkat dengan sumber air ingas, airnya masih jernih dan belum bercampur dengan air yang lain.

“Sungai Cokro yang tepat mengalir di depan pintu bungker ini adalah air yang pertama kali keluar dari sumber mata air umbul ingas, jaraknya hanya sekitar 25 meter dari umbul ingas. Jadi airnya sangat  jernih dan belum bercampur dengan air sawah atau lainnya. Apalagi di sepanjang sungai banyak tumbuh pohon yang menambah nyaman dan rindangnya potensi wisata yang akan kami garap,” jelas Dadi Wahyudi ketua RT 17/RW 5.

Sementara itu Deddy dan rombongan wisatawan dari Karanganyar mengatakan, dirinya tertarik dan penasaran dengan berita di media tentang ditemukannya Goa PG Cokro Tulung.

“Kami sangat puas setelah melihat pintu Goa, karena memang kami belum diijinkan masuk. Penemuan Goa yang bisa dikatakan menjadi situs budaya, bakal menjadi obyek wisata yang mempunyai potensi berbeda dengan obyek wisata lainnya,dan bakal menjadi tujuan wisatawan lokal maupun mancanegara”. ungkapnya

 

Comments

Baca Juga

FB_IMG_1601100783247

Warga di Desa Kalikebo dan Desa Kradenan Terima BST Tahap VI

Klaten (salfamedia.com) — Ratusan keluarga penerima manfaat (KPM) di desa Kradenan dan desa Kalikebo kecamatan ...