Home | salfaTravel | Asal Mula Desa Ponggok : Desa yang Bakal Menjadi Telaga Besar.
umbul

Asal Mula Desa Ponggok : Desa yang Bakal Menjadi Telaga Besar.

Klaten – Desa yang memiliki mata air besar di Kabupaten Klaten yakni Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo ini sangat dikenal masyarakat luas dengan Mata airnya Umbul Ponggok, mata air tersebut tidak hanya jernih, tetapi secara langsung juga memberikan manfaat untuk kehidupan masyarakat disekitarnya.

Menurut tokoh masyarakat Yani Setiyadi, awal mula Desa Ponggok ini adalah berawal dari para pini sepuh (nenek moyang terdahulu) memperkirakan Umbul Ponggok akan menjadi sebuah telaga yang sangat besar dan bisa menggenangi pemukiman penduduk disekitarnya. Sebab mereka mempercayai ada sebuah firasat munculnya sepasang ikan menyerupai gereh pethek (ikan berwujud kepala dan duri).

Guna mengantisipasi agar sumber air di Umbul Ponggok tersebut tidak membesar, oleh nenek moyang jaman dahulu kemudian diadakan pertunjukkan ledhek yang diiringi gamelan komplit beserta yogonya (penabuh).

Namun anehnya sebelum pertunjukan dimulai, waranggono beserta gamelannya hilang secara tiba-tiba. Tidak diketahui apa yang menyebabkan hal itu terjadi, kemudian datang seekor burung Pungguk besar yang hinggap di plogrok (pojok pohon gayam). Dengan bahasa isyarat, burung Pungguk tersebut bisa menunjukkan keberadaan salah satu alat gamelan yang menyerupai gong menyumbat sebagian mata air.

Bahkan sampai saat ini benda yang berupa batu gong tersebut masih utuh terpelihara dengan baik.

“Untuk mengingat peristiwa tersebut, kemudian oleh para pini sepuh Desa ini dinamakan Kampung Ponggok. Sampai sekarangpun mata air yang disebut Umbul Ponggok digunakan untuk mandi bahkan dipercayai oleh masyarakat luas merupakan sumber mata air yang suci dan bisa membawa berkah,” tutur Yani.

Lebih lanjut Yani mengatakan, pada masa penjajahan Belanda, Desa Pongok pernah dijadikan sebuah kota kawedanan. Karena lokasinya yang strategis dan berpotensi, maka dibangunlah sebuah Pabrik Tebu yang dikelilingi bangunan loji besar dan sangat megah menghadap ke timur bersebelahan dengan Umbul yang ditandai dengan Prasasti Bunga Tanjung.

“Hingga saat ini prasasti tersebut juga masih utuh untuk hiasan di depan SDN Ponggok. Tempat kantor telepon dan rel jalan lori pengangkut tebu juga tampak melintasi areal persawahan. Perkembangan terakhir pabrik gula di Ponggok digunakan sebagai gudang sedang, pabriknya berada di wilayah Kecamatan Karanganom,” ujar Yani.

Comments

Baca Juga

IMG_20190729_112504

BUMDes Sinergi Sidowayah, Polanharjo, Klaten Bangkitkan Usaha Kolektif

Klaten (salfamedia) – Sebagai badan usaha yang mengemban misi sosial, BUMDes Sinergi tidak hanya mengukur ...