Home | salfaNews | Pemberdayaan Kelompok Difabel, Pemdes Palar Anggarkan 8 Juta Per Tahun
Kepala Desa Palar, Sony Efandi saat memberikan keterangan kepada awak media
Kepala Desa Palar, Sony Efandi saat memberikan keterangan kepada awak media

Pemberdayaan Kelompok Difabel, Pemdes Palar Anggarkan 8 Juta Per Tahun

Klaten (salfamedia.com) —– Difabel menjadi salah satu kelompok masyarakat yang tak boleh dipinggirkan. Kelompok rentan ini juga memiliki hak sebagaimana warga lainnya.

Pemerintah Desa Palar Kecamatan Trucuk Klaten, memberikan perhatian khusus bagi kelompok tersebut. Pemerintah desa setempat menganggarkan dana khusus untuk memberdayakan kelompok rentan, salah satunya difabel.

Kepala Desa Palar Sony Efandi mengatakan anggaran khusus untuk pemberdayaan itu sekitar 8 juta per tahun yang bersumber dari dana desa. “Tahun ini ada kenaikan anggaran 3 juta dari tahun lalu yang hanya sebesar 5 juta per tahun,”katanya saat ditemui awak media di desanya.

Lanjutnya, jumlah penyandang disabilitas di desanya ada 70 orang. Itu terdiri dari kebayanan I, II, III. Pemdes mendukung penuh para penyandang disabilitas untuk terus menggali potensinya. Di desa Palar juga telah terbentuk komunitas untuk mewadahi kreatifitas mereka yaitu komunitas difabel Palar Sejahtera yang dikomandani oleh Nurbertus Trisno Nugroho. Mereka sudah sejak tahun lalu alokasikan dana secara khusus bagi difabel. Namun, ia menilai, sebetulnya jumlah itu cukup kecil untuk memberdayakan kelompok rentan.

“Dengan adanya komunitas itu dapat pemberdayaan difabel dengan keterbatasan fisik. Mereka diberikan pelatihan dalam meningkatkan kapasitas produksi, seperti dalam bidang kuliner, seni kriya, dan sejumlah produksi yang lain, “katanya.

Camat Trucuk, Bambang Haryoko ditemui terpisah dikantornya mengatakan bahwa Pemcam mewanti wanti kepada Pemkab Klaten agar anggaran untuk difabel yang telah diajukan saat musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tidak di refocusing dengan dalih apapun. Anggaran itu menurutnya fokus pemberdayaan yang dilakukan tertuju pada penguatan kapasitas sosial dan ekonomi agar mereka dapat mandiri.

Tak tanggung-tanggung, untuk urusan kaum difabel ini, bahkan Camat juga mewajibkan setiap desa menganggarkan untuk kaum difabel, apabila tidak dianggarkan, pihaknya dengan tegas tidak akan menandatangani APBDes.

Kondisi ini persis dialami pada 2020, yakni seiring pandemi Covid-19, dana refocusing saat itu mempersulit keberadaan kaum difabel untuk mengembangkan potensinya, padahal mereka butuh perhatian dari pemerintah agar maju dan mandiri.

“Tahun 2021 ini, saya berharap bantuan keuangan dari kabupaten jangan ada yang di refocusing. Selain dana difabel, pembangunan jalan kabupaten banyak yang rusak, 2 hal tersebut menjadi prioritas yang tidak boleh direfocusing tahun ini,” kata Bambang.

Comments

Baca Juga

IMG-20210415-WA0080

Polres Klaten Planning Pelayanan Terpadu Satu Pintu

klaten (salfamedia.com) —- Perbaikan layanan kepada masyarakat kembali akan dihadirkan oleh Polres Klaten. Nantinya masyarakat ...