Home | salfaNews | Terancam di PHK, Karyawan Globalindo Hanya Bisa Pasrah
IMG-20211124-WA0082

Terancam di PHK, Karyawan Globalindo Hanya Bisa Pasrah

Klaten (salfamedia.com) — Ironis memang, beberapa karyawan kususnya di bagian security PT Globalindo Klaten, bakal terancam kena PHK, kalau tidak mau resign atau mengundurkan diri.

Beberapa karyawan bagian security saat di temui membenarkan, kalau saat ini nasibnya bagaikan diujung tanduk. Padahal dia bekerja tidak mempunyai masalah, bahkan termasuk karyawan berprestasi. Namun dirinya mau ndak mau harus membut surat resign atau mengundurkan diri, yang nanti akan diganti outsourcing atau kalau tidak mau akan terancam PHK.

“Kami terus terang agak kecewa dengan kebijakan manajemen Perusahaan, namun kami tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya menerima nasib saja. Kami ini orang kecil taunya bekerja sesui aturan perusahaan, namun kenapa kami justru harus menerima nasib seperti ini,”jelas Kidi salah satu karyawan bagian security Globalindo.

Lebih lanjut dia menjelaskan kalau kebijakan ini karena adanya pencurian kain di Globalindo, waktu itu yang piket bukan kami jangan terus semua disalahkan. Padahal disini selain karyawan kontrak, juga ada karyawan tetap dan ada yang sudah bekerja 10 tahun lebih.

“Masak iya, tiba-tiba kami harus mengundurkan diri, dan memulai dari nol untuk ikut menjadi karyawan outsourcing padahal sebelumnya menjadi karyawan tetap dan sudah bekerja lebih dari 10 tahun, ” imbuhnya.

Tetyani Hartono Direktur Utama Globalindo yang didampingi oleh salah satu staffnya Muh Nurdin Barlianto saat dikonfirmasi membenarkan, kalau karyawan bagian security akan ada pergantian status dari karyawan kontrak maupun tetap akan di ikutkan ke outsorcing. Hal ini dikarenakan di Globalindo sering terjadi pencurian kain, bahkan itu dilakukan dengan menggunakan mobil box.

“Dengan kejadian itu kami pihak manajemen perusahaan mengambil kebijakan, untuk securty akan dialihkan untuk ikut outsorcing. Jadi dia harus resign atau mangundurkan diri, atau kalau tidak mau ya terpaksa perusahaan akan melakukan kebijakan PHK, ” jelas Tety

Tety juga menjelaskan sebetulnya outsourcing itupun Manajamen Globalindo juga ikut memantau dan hak karwawan sama, dari mulai gaji sampai uang lain-lain. Karena kami juga harus membuat laporan, jadi kami tidak lepas tangan.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Klaren Slamet Widodo melalui salah satu stafnya bagia Hubungan Industrial (HI) Aswan Harahap saat dimintai tanggapan menjelaskan,” Kami sampai saat ini belum menerima pengaduan maupun laporan tentang kejadian itu dari perusahaan Globalindo, namun saran Kami agar diadakan musyawarah dulu untuk dicarikan solusi yang terbaik, “ucapnya. (ist/sur)

Comments

Baca Juga

IMG-20220118-WA0076

Razia 17 Hari di Klaten, Ratusan Kenalpot Brong Dimusnahkan

Klaten (salfamedia.com) —- Polres Klaten menindak 165 pemotor dalam operasi knalpot racing atau brong periode ...