Home | salfaNews | Membanggakan, Polres Klaten Bongkar Sindikat Pengedar dan Pembuat Uang Palsu
FB_IMG_1593427084032

Membanggakan, Polres Klaten Bongkar Sindikat Pengedar dan Pembuat Uang Palsu

Klaten (salfamedia.com) —- Prestasi membanggakan ditorehkan oleh Polres Klaten yaitu berhasil membongkar jaringan pembuatan dan pengedar uang palsu (Upal) yang beroperasi di kabupaten Bersinar.

Dalam pengungkapan ini, Tim Reskrim mengamankan 3 tersangka di dua lokasi berbeda di wilayah Kecamatan Jatinom Klaten,  kecamatan Sidorejo Kota Salatiga dan mengamankan upal siap edar Rp 465.700.000,- berserta perangkat untuk membuatnya.

Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu saat jumpa pers di Mapolres Senin (29/6/2020) mengatakan terbongkarnya sindikat uang palsu itu berkat laporan masyarakat kepada kepolisian.

Ketiga tersangka merupakan sindikat kasus yang sama pernah dilakukan diwilayah Bandung dan Semarang. Ketiga tersangka, yaitu inisial N warga Pandeglang, Jawa Barat, TH warga Kabupaten Muarobungo, Jambi, dan AH warga Sukabumi, Jawa Barat.

Menurut Kapolres, berkat laporan masyarakat, petugas berhasil mengamankan satu tersangka di Desa Gedaren, Kecamatan Jatinom, Klaten berikut upal sebanyak 1701 lembar. Upal yang diamankan tersebut terdiri dari 179 lembar upal pecahan Rp100.000, dan 1522 lembar upal pecahan Rp50.000.

“Saat ini kami juga masih melakukan pengembangan kasus untuk menemukan kemungkinan adanya tersangka lain.  Kejadian ini berawal pada hari, Kamis (25/6) sekira pukul 18.00 WIB, Polisi mendapat informasi dari masyarakat bahwa tersangka berinisial N dengan mengendarai motor Honda Beat warna putih hendak bertransaksi uang palsu dengan pembeli berinisial A di Gedaren, Jatinom,” ungkap Edy.

Lanjut dia, setelah Polisi mendatangi TKP dan melakukan pemerikasaan dari tersangka N didapatkan uang palsu sejumlah Rp 1701 lembar terdiri dari pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu.

“Kemudian dari pengembangan kasus tersebut, petugas mendapat keterangan Upal dibuat bersama tersangka berinisial AH dan TH dirumah kontrakan di Salatiga. Modus pembuatan upal tersebut dijual dengan perbandingan Rp 1 juta uang asli mendapat Rp 3 juta uang palsu,” paparnya.

Atas perbuatannya,  ketiga tersangka dijerat Pasal 36 ayat (1) (2) jo, dan Pasal 26 ayat (2) UU Nomor 7/2011 tentang Mata Uang dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Comments

Baca Juga

images

Corona Klaten, 6 Sembuh dan Penambahan Pasien Positif Covid19 asal Tulung dan Cawas

Klaten (salfamedia.com) —– Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kab.Klaten mengumumkan data terbaru mengenai penyebaran Covid-19 ...